Betapa banyak kita mendengar berita di Televisi orang - orang yang putus asa dalam menghadapi cobaan hidupnya kian berat hingga tak jarang ada berita bunuh diri dan lain sebagainya. Padahal Allah melarang kita untuk bersikap putus asa. Allah berjanji dalam ALquran bahwa setiap kesulitan akan datangnya kemudahan. Intingya setiap kesulitan yang Allah berikan berarti sudah Allah siapkan juga kemudahan untuk kita
Bersama
Kesulitan Ada Kemudahan Wahai manusia,
setelah lapar ada
kenyang, setelah haus
ada kepuasan, setelah begadang
ada tidur pulas,
dan setelah sakit
ada kesembuhan. Setiap yang
hilang pasti ketemu,
dalam kesesatan akan
datang petunjuk, dalam kesulitan ada
kemudahan, dan setiap
kegelapan akan terang
benderang. {Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada
Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya.} (QS. Al-Maidah:
52) Sampaikan kabar gembira
kepada malam hari
bahwa sang fajar
pasti datang mengusirnya dari
puncak-puncak gunung dan
dasar-dasar lembah. Kabarkan juga
kepada orang yang
dilanda kesusahan bahwa,
pertolongan akan datang secepat
kelebatan cahaya-dan kedipan
mata. Kabarkan juga kepada
orang yang ditindas
bahwa kelembutan dan
dekapan hangat akan segera
tiba. Saat Anda melihat
hamparan padang sahara
yang seolah memanjang tanpa batas,
ketahuilah bahwa di
balik kejauhan itu
terdapat kebun yang rimbun
penuh hijau dedaunan.
Ketika Anda melihat
seutas tali meregang
kencang, ketahuilah bahwa, tali
itu akan segera
putus. Setiap tangisan akan
berujung dengan senyuman,
ketakutan akan berakhir dengan
rasa aman, dan kegelisahan akan
sirna oleh kedamaian. Kobaran api
tidak mampu membakar
tubuh Nabi Ibrahim
a.s. Dan itu, karena
pertolongan Ilahi membuka
"jendela" seraya berkata: {Hai api menjadi dinginlah dan
menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.} (QS. Al-Anbiya':
69) Lautan luas tak
kuasa menenggelamkan Kalimur
Rahman (Musa a.s). Itu,
tak lain karena
suara agung kala
itu telah bertitah, {Sekali-kali tidak
akan tersusul. Sesungguhnya,
Rabb-ku besertaku, kelak
Dia akan memberi petunjuk
kepadaku.} (QS.
Asy-Syu'ara:: 62) Ketika bersembunyi
dari kejaran kaum
kafir dalam sebuah
gua, Nabi Muhammad s.a.w.
yang ma'shum mengabarkan
kepada Abu Bakar
bahwa Allah Yang Maha
Tunggal dan Maha
Tinggi ada bersama
mereka. Sehingga, rasa aman,
tenteram dan tenang
pun datang menyelimuti
Abu Bakar.
Mereka yang
terpaku pada waktu
yang terbatas dan
pada kondisi yang (mungkin) sangat
kelam, umumnya hanya
akan merasakan kesusahan, kesengsaraan, dan
keputusasaan dalam hidup
mereka. Itu, karena
mereka hanya menatap dinding-dinding kamar
dan pintu-pintu rumah
mereka. Padahal, mereka seharusnya
menembuskan pandangan sampai
ke belakang tabir dan
berpikir lebih jauh
tentang hal-hal yang
berada di luar
pagar rumahnya. Maka dari itu,
jangan pernah merasa
terhimpit sejengkalpun, karena setiap
keadaan pasti berubah.
Dan sebaik-baik ibadah
adalah menanti kemudahan dengan
sabar. Betapapun, hari
demi hari akan
terus bergulir, tahun demi
tahun akan selalu
berganti, malam demi
malam pun datang silih
berganti. Meski demikian,
yang gaib akan
tetap tersembunyi, dan
Sang Maha Bijaksana tetap
pada keadaan dan
segala sifat-Nya. Dan
Allah mungkin akan menciptakan
sesuatu yang baru
setelah itu semua.
Tetapi sesungguhnya, setelah kesulitan
itu tetap akan
muncul kemudahan.