Thursday, January 21, 2016

Dalam Kesulitan ada Kemudahan

Betapa banyak kita mendengar berita di Televisi orang - orang yang putus asa dalam menghadapi cobaan hidupnya kian berat hingga tak jarang ada berita bunuh diri dan lain sebagainya. Padahal Allah melarang kita untuk bersikap putus asa. Allah berjanji dalam ALquran bahwa setiap kesulitan akan datangnya kemudahan. Intingya setiap kesulitan yang Allah berikan berarti sudah Allah siapkan juga kemudahan untuk kita


Bersama  Kesulitan  Ada  Kemudahan Wahai  manusia,  setelah  lapar  ada  kenyang,  setelah  haus  ada  kepuasan, setelah  begadang  ada  tidur  pulas,  dan  setelah  sakit  ada  kesembuhan.  Setiap yang  hilang  pasti  ketemu,  dalam  kesesatan  akan  datang  petunjuk,  dalam kesulitan  ada  kemudahan,  dan  setiap  kegelapan  akan  terang  benderang. {Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya.} (QS.  Al-Maidah:  52) Sampaikan  kabar  gembira  kepada  malam  hari  bahwa  sang  fajar  pasti datang  mengusirnya  dari  puncak-puncak  gunung  dan  dasar-dasar  lembah. Kabarkan  juga  kepada  orang  yang  dilanda  kesusahan  bahwa,  pertolongan akan  datang  secepat  kelebatan  cahaya-dan  kedipan  mata.  Kabarkan  juga kepada  orang  yang  ditindas  bahwa  kelembutan  dan  dekapan  hangat  akan segera  tiba. Saat  Anda  melihat  hamparan  padang  sahara  yang  seolah  memanjang tanpa  batas,  ketahuilah  bahwa  di  balik  kejauhan  itu  terdapat  kebun  yang rimbun  penuh  hijau  dedaunan.

Ketika  Anda  melihat  seutas  tali  meregang  kencang,  ketahuilah  bahwa, tali  itu  akan  segera  putus. Setiap  tangisan  akan  berujung  dengan  senyuman,  ketakutan  akan berakhir  dengan  rasa  aman,  dan  kegelisahan  akan  sirna  oleh  kedamaian. Kobaran  api  tidak  mampu  membakar  tubuh  Nabi  Ibrahim  a.s.  Dan  itu, karena  pertolongan  Ilahi  membuka  "jendela"  seraya  berkata: {Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim.} (QS.  Al-Anbiya':  69) Lautan  luas  tak  kuasa  menenggelamkan  Kalimur  Rahman  (Musa  a.s). Itu,  tak  lain  karena  suara  agung  kala  itu  telah  bertitah, {Sekali-kali  tidak  akan  tersusul.  Sesungguhnya,  Rabb-ku  besertaku,  kelak  Dia akan  memberi  petunjuk  kepadaku.} (QS.  Asy-Syu'ara::  62) Ketika  bersembunyi  dari  kejaran  kaum  kafir  dalam  sebuah  gua,  Nabi Muhammad  s.a.w.  yang  ma'shum  mengabarkan  kepada  Abu  Bakar  bahwa Allah  Yang  Maha  Tunggal  dan  Maha  Tinggi  ada  bersama  mereka.  Sehingga, rasa  aman,  tenteram  dan  tenang  pun  datang  menyelimuti  Abu  Bakar. 

Mereka  yang  terpaku  pada  waktu  yang  terbatas  dan  pada  kondisi  yang (mungkin)  sangat  kelam,  umumnya  hanya  akan  merasakan  kesusahan, kesengsaraan,  dan  keputusasaan  dalam  hidup  mereka.  Itu,  karena  mereka hanya  menatap  dinding-dinding  kamar  dan  pintu-pintu  rumah  mereka. Padahal,  mereka  seharusnya  menembuskan  pandangan  sampai  ke  belakang tabir  dan  berpikir  lebih  jauh  tentang  hal-hal  yang  berada  di  luar  pagar rumahnya. Maka  dari  itu,  jangan  pernah  merasa  terhimpit  sejengkalpun,  karena setiap  keadaan  pasti  berubah.  Dan  sebaik-baik  ibadah  adalah  menanti kemudahan  dengan  sabar.  Betapapun,  hari  demi  hari  akan  terus  bergulir, tahun  demi  tahun  akan  selalu  berganti,  malam  demi  malam  pun  datang silih  berganti.  Meski  demikian,  yang  gaib  akan  tetap  tersembunyi,  dan  Sang Maha  Bijaksana  tetap  pada  keadaan  dan  segala  sifat-Nya.  Dan  Allah mungkin  akan  menciptakan  sesuatu  yang  baru  setelah  itu  semua.  Tetapi sesungguhnya,  setelah  kesulitan  itu  tetap  akan  muncul  kemudahan.